Haruskah Injil Thomas Mengantikan Injil Yohanes?
PENGANTAR
Adu pendapat keristenan Versus Gnostisisme. Gnostisisme mengajarkan bahwa pada mulanya ada Tuhan, , yang sempurna, Roh, yang menciptakan ,manusia pertama, yang merupakan seorang pribadi yang terbentuk oleh terang. Sayangnya, manusia ini jatuh ke dalam dosa, yang membuat tubuhnya tercerai berai menjadi partikel-partikel retang yang sangat banyak jumlahnya, yang kemudian disemai dalam jiwa-jiwa manusia dunia yagn gelap ini. Masalah yang dihadapi oleh manusia, oleh karenanya, adalah perjuang bagi para individu untuk mengingat asal-usul surgawi jiwa mereka. Tuhan memecahkan maslah ini dengan mengirimkan anakNya, Yesus Kristus, Sang penebus, yang tugasnya adalah menyampaikan pengetahuan ini (Gnosis) kepada orang-orang, setelah mengingat hakikat mereka yagn sesungguhnya, jiwa-jiwa itu dibimbing kembali ke rumah sorgawi mereka, tidak lagi dikekang oleh tubuh mereka yang penuh dosa. Gnostisisme mengacu pada gnosis, atau pengetahuan, yaitu pengetahuan yang asal-usulnya sepenuhnya bersifat rohani, dan bukan fisik. Oleh sebab itu tujuannya adalah membebaskan jiwa dari penjara tubuh dan kembali kekehidupan roh. Pengajaran seperti ini menciptakan akibat yang serius terhadap kekristenan tradisional, karena: menyangkal aspek kemanusiaan Yesus, menyangkal tindakan Tuhan menjadi manusia dalam diri Yesus (1 Yoh 1:1; 2:22; 4:2-3).
Salah satu tulisan paling menarik yang ditemukan di Nag Hammadi adalah Injil Thomas, suatu Injil yang dilaporkan ditulis oleh Rasul Thomas dan terdiri atas sekitar 114 perkataan Yesus. Injil Thomas mengajarkan bahwa kebenaran bukanlah pewahyuan dari Tuhan yang berada diluar manusia. Namun kebenaran mengenai Tuhan ada di dalam manusia, yang menunggu untuk ditemukan dan dialami. Inti dari pengajaran itu adalah bahwa orang-orang Kristen merupakan Kristus itu sendiri, yang baru saja diciptakan dalam gambaran Allah.
Orang harus mendukung kekristenan tradisional atau Gnostisisme. Haruskah menggantikan Injil Yohanes dengan Injil Thomas? Untuk menjawab ini, akan diungkapan empat asumsi.
OTORITAS : DARI MANA ASALNYA?
Injil Thomas mendorong pembaca untuk tidak percaya kepada Yesus., pertama, berusaha untuk mengetahui Tuhan melalui kemampuan mereka sendiri yang diberikan secara ilahi, karena mereka semuanya diciptakan dalam gambaran Allah. Kedua, mengharapkan kepada kita untuk mengetahui hakekat diri kita sendiri agar kita tahu bahwa kita adalah anak-anak Allah yang hidup. Jika tidak demikian, kita akan hidup dalam kemiskinan. Ketiga, menyamakan manusia dengan Kristus dengan menyatakan bahwa siapa pun yang minum dari mulut Kristus akan menjadi sama dengan Kristus. Keempat, orang harus mengetahui dirinya sendiri agar mampu memahami hakekat segala sesuatu.
Pagels menyatakan bahwa Injil-injil sinoptik bertetangan dengan Injil Yohanes dan juga dengan Injil Thomas. Meskipun demikian, gambaran yang nyata yang muncul adalah Injol-injil Sinoptik sangat mirip dengan Injil Yohanes dalam deskripsi keempat Injil tersebut mengenai Yesus dansecara bersama-sama penjelasan keempat Injil tersebut bertentangan dengan penjelasan Injil Thomas mengenai Yesus yang bersifat Gnostik.
Kesimpulan yang perlu ditarik dari semuanya ini adalah bahwa kekristenan tradisonal nampak sebagai pandangan yang begitu dominan dari kekristenan mula-mula, yang dimulai dari jaman Perjanjian Baru dan dilanjutkan oleh para bapa gereja sampai ke konseli Nicea pada tahun 325 M dan zaman-zaman berikutnya. Sebagai pembanding, Gnostisisme dan tulisan-tulisan yang dilahirkannya (Injil Thomas dan lima puluh dokumen apokrifa lainya yang ditemukan di Nag Hammadi pada tahun 1945) adalah pandangan beberapa orang yang berpandangan ekstrem yagn pesanya ditolak oleh gereja kolektif dengan alasan yang baik.
Ada dua cara untuk menjelaskannya keotoritasan Injil. Pertama, kapan kedua puluh tujuh kitab Perjanjian Baru diakui sebagai tulisan-tulisan yang diilhamkan oleh Roh Kudus ? tahun 200 M. sebelum itu gereja-gereja membaca dan para bapa gereja memberikan kotbah yang didasarkan pada kedua puluh tujuh kitab yang sekarang menjadi isi kitab PB. Kedua, ada lima pertannya yaitu : Apakah kitab tersebut memiliki otoritas kerasulan? Apakah tulisan yang dimaksud sudah ada sejak abad pertama Masehi? Apakah tulisan tersebut memdukung aliran tradisional? Apakah kitab tersebut dibaca digereja? Apakah umat Tuhan menyadari bahwa kitab tersebut diilhami oleh Roh Kudus?
ANTROPOLOGI : APAKAH HAKEKAT MANUSIA ?
Dasar penolakan Injil Thomas terhadap pewahyuan sebagai sumber kebenaran dan otoritas : memiliki sumber kebenaran dan otoritas dalam diri mereka sendiri . keyakinan itu bersumber dari asumsi Gnostik bahwa tidak ada dosa keturunan yang diwariskan sejak jangan Adam.
Injil Thomas pembedaan laki-laki dan perempuan bukanlah suatu yang ilahi pada mulanya. Manusia pertama bersifat hermafrodit yaitu tanpa pembedaan jenis kelamin. Tujuan manusia adalah kembali kekeadan yang merupakan karakter rohani yang sejati.
METODOLOGI: BAGAIMANA KITA SEHARUSNYA MENAFSIRKAN INJIL YOHANES DAN, TERKAIT DENGAN HAL ITU,ALKITAB SENDIRI?
Analisis kritis atau penafsiran orang Yahudi, didasarkan pada pendekatan harfiah ( pesbat) untuk membaca Alkitab.Tujuan metode ini untuk memahami apa yang dimaksud oleh para penulis aslidalam tulisan mereka. Proses untuk menemukan maksud pengarang dalam teks Alkitab mencakup; menempatkan tulisan dalam latar belakang sejarahnya, mengidentifikasikan latar belakang budaya teks tersebut dan menganalisis tata bahasanya. mengetahui
MORALITAS: APA YANG AKAN TERJADI PADA PRINSIP-PRINSIP MORAL GEREJA JKA INJIL THOMAS MARAK?
Membahas Gnostisisme kuno, para ahli Alkitab telah lama memperhatikan bahwa pandangan Gnostik yang menyangkal tubuh menciptakan dua prinsip moral yang bertentangan : askesisme (menyangkal diri atau memberikan pengakuan yang buruk terhadap tubuh). Dan libartinisme ( lakuan apapun yang ingin anda lakukan karena bagaimanapun tubuh itu penting).
KESIMPULAN
Injil Thomas tidak memenuhi lima criteria yang tentukan oleh kekritenan tradisional untuk menentukan layak atau tidaknya sebuah kitab dimasukan ke dalam kitab kanon. Selain itu Injil Thomas bukanlah sebuah dokumen yang muncul pada zaman yang sama dengan keempat Injil.
Ada usaha Pagels memilki misi tradisional untuk menggantikan kekeristenan tradisional dengan Gnostisisme. Jika kekristenan tradisional mengalami kekalah dalam pertarungan ini, iman dan tradisi Kristen sebagaimana yang kita kenal akan tersingkir dan merusakan yang terjadi pada para individu dan masyarakat secara keseluruhan akan sungguh-sungguh.